Foto-Foto Surabaya Tempo Dulu

GEDUNG LINDETEVES

Pada zaman Belanda, gedung yang terletak di pojok Jalan Pahlawan dengan jalan Kebun Rojo Surabaya ini dikenal sebagai gedung NV.Lindeteves. Dalam dokumentasi “Surabaya Tempo Dulu”, foto ini diambil tahun 1930. Sekarang gedung ini digunakan sebagai gedung Bank Mandiri dan sebelumnya pernah dipakai oleh Bank Niaga. Pemerintah Kota Surabaya, mencatat gedung ini sebagai salah satu “cagar budaya” di Kota Surabaya. (dok: Yousri)

Gedung Lindeteves, saat digunakan sebagai Bank Niaga tahun 1990-an. (dok: Yousri)

KAWASAN KEMBANG JEPUN

Jalan Kembang Jepun tahun 1930, difoto dari Gedung Internatio – Jembatan Merah – gerbang Barat. (dari Surabaya Tempo Dulu, dok: Yousri)

GERBANG Jalan Kembang Jepun darI arah Timur dengan gaya tradisional China di tahun 1930-an. Gerbang ini pernah dirubuhkan dan saat di Jalan Kembang Jepun itu diadakan kegiatan Kya-Kya, yaitu pasar makanan pada malam hari tahun 2005-2007, gerbang khas China dibangun kembali, (dok Yousri – dari Surabaya Tempo Dulu)

JALAN PAHLAWAN

Dulu Jalan Pahlawan Surabaya ini bernama Alun-alun Straat. Foto diambil tahun 1930. Masih terlihat ada rel trem listrik, kendaraan dokar dan mobil pada zaman itu. Sekarang semua sudah berubah. (dok:Yousri – dari Surabaya Tempo Dulu)

GEDUNG Raad van Justitie (Pengadilan Tinggi) di Zaman Belanda, di Jalan Pahlawan (Alun-alun Straat) pada perayaan HUT Ratu Wilhelmina tanggal 31 Agustus 1935. Ada acara karnaval dan pawai yang disaksikan rakyat yang memenuhi sepanjang jalan, viaduk jalan-jembatan pelintasan kereta api, bahkan sampai ke puncak gedung kantor Gubernur Jawa Timur di seberangnya. Pada zaman Jepang, gedung ini berubah fungsi menjadi Markas Polisi Militer (Kenpetai) dan sekarang sudah hancur. Di atas lahan ini berdiri kokoh Tugu Pahlawan untuk memperingati peristiwa heroik 10 November 1945. Tugu Pahlawan ini diresmikan oleh Presiden RI pertama Ir..Soekarno tanggal 10 November 1952 dan di bawahnya dibangun pula Museum (bawah tanah) Tugu Pahlawan yang mengoleksi berbagai peninggalan masa perjuangan tahun 1945. (dok: Yousri dari Surabaya Tempo dulu).

RAMAINYA LUAR BIASA

Gedung Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan (Alun-alun Straat) Surabaya tanggal 31 Agustus 1935 ramai sekali, selain di jalan raya dan viaduk (jembatan) kereta api, gedung sampai ke atas atap kantor gubernur ditempati pengunjung yang menyaksikan upacara, pawai dan karnaval. (dok: Yousri dari “Surabaya Tempo Dulu”)

====>> (Masih banyak foto yang lain. Tunggu edisi yang akan datang)

About these ads

46 Tanggapan

  1. terima kasih pak, saya merasa terbantu dengan adanya blog bapak ini, saya mau buat film dokumenter yang isinya surabaya jadul n modern
    terima kasih pak

    Ya Mas, semoga bermanfaat. Saya masih punya yang lain apabila diperlukan (Yousri)

  2. pak foto2nya bagus

    tp kenapa ya tata kota pada jaman sekarang ini kalah bagus sama tata kota pada jaman belanda(seperti apa yang ada di foto2 tersebut)

    kalau bisa pertahankan warisan ini jangan sampai hilang ke makan umur, btw pak tolong postingkan foto tiang listrik tempo dulu donk cz bagus banget pak

    terma kasih

    -maju terus Indonesia q-


    Ya Mas, semoga apa yang saya tampilkan ini bermafaat. Daya masih punya yang lain, apabila diperlukan bisa kontak (yousri)

  3. thanx om. bikin masukan misi JADULku :)
    ——
    Buku apa dik? Apakah hanya foto atau ada artikelnya?
    Mudah-mudahan bukunya sudah jadi dan kalau sudah terbit saya ucapkan selamat. (yousri)

  4. terima kasih banyak, mas. Sepertinya saya butuh lebih banyak foto nih, bisa minta tolong mas… Giman ya saya bisa kontak, mas? Saya sedang menggarap sebuah tulisan tentang surabaya bersetting tahun 1945.
    ——–
    Baik mas Anton, saya siap memberi bahan tambahan, baik naskah atau tulisan, maupun foto-foto. Tidak masalah, anda bisa kontak saya di 081 8328303 atau 031 77397555. Bisa juga kalau anda di Surabaya, langsung temui saya di Balai Wartawan PWI Jawa Timur Jalan Taman Apsari 17 Surabaya. (yousri)

  5. pak aq lg nyari foto museum yang di daerah jl tujungan dulu katae ada museumnya, kalau ada share ya pak

    —– Museum di Jalan Tunjungan, ada di Jalan Tunjungan 100. Disebut Museum Perjuangan Pers Surabaya. Tetapi “maaf” isi museum itu, “hanya” toko jam dan arloji merek SEIKO dan ALBA. Dinamakan museum, karena tahun-tahun sekitar 1945, gedung itu berfungsi sebagai kantor Berita Domei, yang kemudian menjadi LKBN Antara. Hanya, di pojok bagian selatan gedung itu ada prasasti yang menyebutkan nama-nama para pers pejuang di tahun 1945. Jadi, yang disebut Museum itu, hanya itu dan hanya itu. Pengelolanya tidak ada dan tidak jelas. (yousri)

  6. Pak Yousri, apakah foto-foto itu koleksi pribadi milik Bapak? saya sangat tertarik dengan bangunan-bangunan bersejarah dan saya sangat ingin bergaung dalam kelompok pencinta bangunan bersejarah, krn banyak bangunan cagar budaya di sby yg hrs dirobohkan demi kepentingan pihak-pihak tertentu, dan itu sangat tdk benar menurut saya. Pak, kalau punya info ttg kelompok pecinta bangunan bersejarah tlg beritahu saya ya, terima kasih sebelumnya.
    ——————

    Mbak Indah yth,

    Foto-foto itu semua merupaka reproduksi dan hasil scan dari kopi yang ada di Bagian Humas Kota Surabaya, sebagian dari buku-buku lama, ada juga yang diperoleh dari kolektor foto yang sebagian besar sudah dipublikasikan berulang-ulang, sehingga pengoleksi pertama sudah tidak diketahui. Ada juga foto hasil pemotretan sendiri terhadap gedung dan bangunan, serta situasi Surabaya sejak tahun 1975 hingga sekarang yang kebetulan saya punya hobby memotret.
    Tentang kelompok pencinta, tentu ada, di samping Tim Cagar Budaya Kota Surabaya. Beberapa kelompok mahasiswa dan komunitas juga ada di Surabaya. Kalau saya, kebetulan sebagai pemerhari sejarah yang latarbelakangnya seorang jurnalis dan juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Peduli Surabaya.
    Demikian mbak Indah. Terimakasih atas perhatiannya. (Yousri)

  7. “Jalan Kembang Jepun tahun 1930, difoto dari Gedung Internatio – Jembatan Merah – gerbang Barat. (dari Surabaya Tempo Dulu, dok: Yousri)”

    Ini tak benar. Pertama, gedung internatio tidak sampai menjorok ke depan Jembatan Merah begitu. Kedua, di gedung internatio tidak ada ornamen pagar balkon seperti tampak pada gambar. Ketiga, kalau betul itu tahun 1930, seingat saya internatio masih belum dibangun di tahun itu. Saya yakin foto ini dibuat di lantai atas bekas kantor pemerintah kota di zaman itu yang letaknya langsung di depan Jembatan Merah. Jadi waktu itu kalau turun dari Jembatan Merah, tidak lurus jalan Rajawali seperti sekarang, melainkan belok kiri ke arah Willemskade (Jalan Jembatan Merah sekarang), seperti dilakukan mobil di atas, atau belok kanan ke arah Willemsplein atau Taman Jayengrono (depan JMP) sekarang ini, karena di depannya terhalang bangunan tempat mengambil foto tersebut di atas. Bangunan tersebut dibongkar tahun 30an setelah kantor pemkot Surabaya pindah ke sebuah gedung di Gemblongan, lalu pindah lagi ke Balaikota di Ketabang sampai sekarang. Dengan dibongkarnya bangunan tersebut, maka di muka jembatan merah tidak lagi terhalang bangunan, sehingga bisa lurus langsung ke jalan Rajawali (Heerenstraat). Nah di setentang bekas bangunan tersebut, agak ke barat sedikit, dibangunlah gedung internatio.

    ———————————-

    Terimakasih Pak Miftah,
    Setelah saya teliti, anda memang benar. Foto itu tidak mungkin dipotret dari gedung Internatio, mungkin maksudnya dari arah Internatio. Jadi diperkirakan pemotretan yaitu di gedung lama nya dari gedung lama bekas Kantor Gubernur jatim, sebelum bangunan Kantor Gubernur jatim di jalan Pahlawan (Alun-alun Straat) dibangun. Gedung di Jalan Pahlawan dibangun 1929 dan selesai tahun 1931. Kantor Pemkot Surabaya Gemeente Soerabaia tahun 1916 memang diawali di rumah kontrak Jalan Gemblongan, pindajh ke Jalan Kedungdoro dan kemudian ke Balaikota sekarang, (baca tulisan saya tentanng terbentuknya Pemerintah Kota Surabaya).
    Pak Miftah, foto koleksi saya itu saya peroleh dari Humas Pemkot Surabaya yang sumbernya tidak disebutkan. Nah, di sana penjelasannya seperti itu,
    Saya mengharapkan koreksi dan tambahan dari Bapak, kalau ada hal-hal lain yang mungkin kurang pas. Sekali llagi saya mohon maaf, mohon koreksi dan mohon ditambahi atas segala kekurangan.
    Salam saya untuk Bapak.
    (Yousri)

  8. Assalamu’alaikum, aku (Mudjiono) konco lawas jaman sik mlarat biyen (Thn. 1978/1979) nang Radar Kota (pak Zawawi Lematang, Sam Abede Pareno, Imawan Mashuri dsb.) – Jl. Jawa 34 Sby.
    Sory pak masio sampean uwong Padang tapi aku nggunakno boso Suroboyoan ae koyok nang JTV. Pak aku njaluk ijin copy foto2 koleksi sampean ” Soerabaja Tempo Doeloe ” soale di gawe menuhi tugas sekolah anakku (SMP-Alhikmah Sby.) lan ternyata ake manfaate. Aku njaluk maneh mbok menowo isik ono koleksi liyane tak suwun sampean iso’o ngekek’i aku kanggo melengkapi foto sing saiki ono.
    Atas bantuane aku sampekno matur suwun.

    Mudjiono

  9. sy sih berharap, gedung2 kuno yang skr masih ada tidak di face off apalagi dibongkar..
    soalnya bnyk sekali sy lihat ex gedung kuno yang diratakan, adhuuuh… apa mrk ga pny perasaan ya..
    ————–
    Ya, saya sependapat dengan anda Mas Heri. Semoga harapan anda ini dapat menjadi perhatian para pengelola Cagar Budaya (yousri)

  10. pak Yousri yth,
    minta izin untuk nge link ke situs bapak ini. Libur kemaren ke Sby- setelah subuh di area jembatan merah- saya trekking di kota lama Surabaja.
    hati saya tertambat di kota lama soerabaja.
    salam.

    ————–
    Mas Bayu, Silakan saya setuju. Ini semua sudah menjadi milik kita bersama (Yousri)

  11. Yth. Pak Yousri

    Saya kebetulan browsing tentang soerabaja tempo doeloe. Lalu link di internet menyambung ke webblog anda. Terima kasih pak untuk foto dan informasi.

    Kebetulan saya sedang sekolah di Belanda dan di sini saya banyak belajar menghargai sejarah serta peninggalan nya. Saya termasuk masih anak bawang tentang sejarah kota kelahiran sendiri, di dukung dengan sense of appreciating history yang kurang banyak kita dapat di negeri sendiri (menurut opini saya).

    Kalau boleh saya tahu dan di bantu, pak. Apakah ada buku atau situs lain atau organisasi yang dimana saya bisa ikut berpartisipasi?

    Saya sendiri sangat menikmati foto-foto yang disajikan. I wish I could go back to 1930′s. Benar-benar the good old days. Sayang seribu sayang kalo sampai saksi sejarah di rubuhkan hanyak untuk kepentingan modernisasi.

    Salam hormat, pak.
    Fransisca

    =================

    Hallo Fransisca,

    Salam hormat juga dari saya untuk anda. Terimakasih anda telah membaca tulisan dan melihat foto-foto Surabaya Tempo Doeloe di Blog saya. Coba cari lagi di Google, saya yakin bisa ditemukan. Banyak yang saya temukan di Google, di antaranya, Suparto Broto, Bhaskoro dan webside Pemerintah Kota Surabaya: http://www.Surabaya.go.id.
    Saya senang bisa berkenalan dengan Sisca. Apakah saya bisa dikirimi tulisan danfoto-foto lain tentang Surabaya yang belum pernah dipublikasikan di Indonesia?
    Saya ini senang membaca naskan lama dan mengoleksi foto-foto lama, apabila ada yang berbahasa Belanda, kalau saya diberi terjemahannya saya sangat berterimakasih. Saya bukan ahli sejarah. Saya hanya seorang penggemar dan pemerhati sejarah. saya hanyalah seorang jurnalis. Mungkin anda sudah baca riwayat hidup saya di Blog ini atau di Google.

    Saya terimakasih Siska, salam untuk keluarga dan kerabat di Negeri Belanda.

    Salam: Yousri

    ============================

  12. waaah surabaya tempo dulu bagus banget yaah :D bueda banget sama surabaya skrg.

    jadi pgn kayak dulu lagi
    .surabaya skrg macet :D

    smoga bangunan bersejarah yg trsisa disurabaya
    dapat dirawat dgn baik :D

    ————-

    Trims Sinta!
    Komentarmu memang bagus. tetapi, tentu sejarah tidak akan mundur. Justru kejadian saat ini akan menjadi catatan sejarah masa yang akan datang. Nah, di tanganmu saat inilah sejarah yang akan datang bisa ditulis. Bagaimana?
    (Yousri)

    —————

  13. Pak yousri foto2nya bagus, :) luar biasa pak, tp begitu melihat kondisi surabaya sekarang bikin miris hati pak, patut disayangkan bahwa surabaya yg dulu tata kotanya sudah diperhitungkan oleh belanda, namun sekarang kita sebagai pewaris seperti mendzalimi tata kotanya sendiri, sebagai contoh, yg bukan tempatnya pasar dibuatlah pasar, yg seharusnya diperuntukan ruang terbuka hijau, dibuatlah mall.semoga belum terlambat ya pak :) ..
    ————-
    Ya trims dik Alka,
    memang demikian kenyataannya. Untuk itulah kita harus menjaga dan melestarikan, serta mewariskannya kepada generasi yang akan datang.
    (yousri)

    ————

  14. benar benar foto yang luar biasa, saya sebagai arek surabaya merasa sangat terharu melihat foto foto ini karena benar benar mengingatkan saya bahwa sejarah tak akan lekang oleh waktu. foto foto ini secara tak langsung membuat saya mengerti sejarah kota ku yang tercinta Surabaya yang indah. Terima kasih Pak Yousri atas fotonya yang sangat bermakna bagi saya.
    —————
    Ya, dik Made. Memang demikian kenyataannya. Namun sebagai generasi sekarang, sebaiknya anda juga menjadi kolektor situasi saat ini. Nanti apa yang anda simpan saat ini akan menjadi antik di masa yang akan datang, bagaimana, setuju?
    (Yousri)
    ——–

  15. pak Yousri yth

    saya sangt tertarik sekali koleksi foto2 anda surabaya jadul saya sejak kecil SR s/d kerja tinggal di Surabaya ,dulu di jln diponegoro di lewati spoor trutuk dari sepanjang sampai pos Pati unus (bila gak salah yo)
    jalan spoor tsb mulai tidak dipakai kira2 th 70an .Emaaan banget sedih bila dikenang. salam hormat buat pa Yousri .
    ——–
    Mas Hary Anggoro, terimakasih anda berkunjung ke Blog “Raja Agam”. Memang, banyak kisah tentang Surabaya. Banyak yang berubah. Selain spur kluthuk dari Patiunus ke Sepanjang, juga trem sudah tidak ada sejak tahun 1960-an. Anak-anak sekarang banyak yang tidak tahu, bahkan yang bercerita pun sedikit. Buku tentang Surabaya “tempo doeloe” juga langka. Mudah-mudahan tidak lama lagi saya akan luncurkan Buku tentang Surabaya. Insya Allah akan berguna bagi Arek Suroboyo dan yang senang dengan Surabaya. (Yousri)

  16. Pak Yousri, terima kasih.. u/ artikel foto-foto Soerabaia Tempo Doeloe (RasaNya saya Hidup dua kali) hehehe.. Tapi, dari sekian banyak foto2/artikel tentang Tempo Doeloe.. tidak ada Foto Jl.Tidar Tempo Doeloe (Prinsesselaan) karena saya berasal dari daerah tersebut.. dan kbetulan jg saya adalah salah satu Generasi Muda yg menyukai keberadaan masa lalu (sejarah tempo dulu)
    Dan sekali lg terima kasih sebanyak-banyakNya.. krn artikel Bpk dpt membantu saya u/ share dg para Generasi Tua (Tempo Doeloe)
    ————–
    Oke mas Dody, terimakasih. Mudah-mudahan pada tulisan yang lain akan saya tampilkan, saya akan berusaha mencari foto-foto sekitar jalan Tidar. kalau tidak salah, saya pernah punya keadaan di sekitar gedung Don Bosko. Nanti saya usahakan Mas Dody. (Yousri)

  17. Sore Pak Yousri (kirim komentx sore )
    Aisya baru tau ad web nich ( katrok bnget yach) telat tau infox Soerabaia.
    Aisya suka foto2 x bagus n keren2..!!
    Boleh gabung klo ad wadah ato organisasi untuk sejarah soerabaia??..
    so banyak Cagar Budaya Soerabaia yang keleleran g ad yang peduli ( gedung sebelah JMP). salam pak Yousri.
    matur nuwun.
    —————————
    Aisya yang manis!
    Jangan gitu ah, kamu bukan katrok, hanya terlambat sedikiiit saja. Oke, saya senang kamu termasuk penggemar dan pemerhati Surabaya. Boleh gabung, sesama pemerhati Kota Surabaya, khususnya Cagar Budaya. Saya masih melakukan dokumentasi dan pelacakan berbagai hal tentang Surabaya. Saya siap membagi apa yang saya punya di bidang saya yang tahu. Ayo tidak ada salahnya kalau kita bisa berbagi pengetahuan. (Yousri)

  18. wah, koleksinya bagus2 dan serasa ingin ke jaman dahulu, tetapi saya tdk mau perang juga..hehe
    tp saya sgt salut dgn bapak, karena bapak tlah memberi pengetahuan tntng jman dlu trhdap anak2 13 thn sprti saya, tp saya juga ngiris krna gedung2 cagar budaya di surabaya ini..banyak yg tdk terawat dan dibiarkan terbengkalai. Saya sgt prihatin apalagi jika bangunan itu akan dirubuhkan demi kepentingan kelompok atau individu.
    terimakasih, bila ada kesalahan dlm kata2 tolong dimaklumi.
    ————————-
    Ananda DANICA sayang!
    Waduh, saya senang sekali ananda sudah tergerak hatinya melihat dokumentasi masa lalu. Apalagi ananda Danica juga sudah menghayati bagaimana nasib bangunan tua dan kuno, sebagai benda bersejarah yang disebut cagar budaya. saya akan menambah koleksi dan foto-foto lama yang lain, disertai keadaan bangunan tua itu saat ini.
    Bagus dan ananda adalah penerus generasi yang sekarang. Pertahankan prinsip dan sikap kejuangan untuk Kota Pahlawan Surabaya. Dengan semangat “Arek Suroboyo” kita tegakkan semangat perjuangan Para Pahlawan. Terimakasih ananda Danica.
    (Yousri)

  19. Bagusssssss bangettttttttt pokoknya?
    ortu saya aja belum lahirrrrrr

    thx bgt

  20. Terima kasih mas…saya sangat terbantu dengan foto-foto dan keterangnya, karena saya sering kedatangan tamu dari luar kota dan provinsi, dengan begini saya bisa menginformasikan ke tamu2 saya. terima kasih banyak mas..
    —————————-
    Mas Yusuf Yth,
    Terimakasih anda membaca artikel di blog Raja Agam ini. Memang, tulisan dalam blog ini saya tujukan untuk kepentingan masyarakat. Saya masih memerlukan kritik dan saran, sehingga tulisan dan foto-foto ini masih perlu ditambah serta disempurnakan. (Yousri)

  21. bukan malang saja yang punya tempo dulu , surabayapun juga mempunyai surabaya tempo dulu karena masing-masing kota passti mempunyai tempo dulu.
    ———————-
    Raneb Ker, Ngalam punya, Ayabarus juga punya.
    Salam utk Arema.
    (Yousri)

  22. wuuihh keren mas, ini koleksi pribadi atau copy paste dari web ya.. salut salut..

    —————–
    Mas Zakaria, sebagian koleksi dari majalah lama yang discan, ada pula yang diperoleh dari Humas Pemkot Surabaya dan yang baru (berwarna) potret sendiri. (Yousri)

  23. salut puoolll… tyt masih banyak generasi kita meski masi muda2 peduli banget dengan sejarahnya

    oya gimana caranya kalo’ mendapatkan foto2 tsb or yg lain2nya (gedung2 kuno) dengan yg “high resolution”
    cose aku dapet tugas mo nyetak/ngeprin gedung2 tsb sesuai aslinya dengan size panjang 4M biar ga pecah2 tu gambarnya, maturnuwun sebelumnya dan…
    semoga Indonesia tetep JAYAAAAAAAA ..!!!!!!!!!!!!!!\

    ————————
    Bung Soni Inos, terimakasih anda sudah mampir di Blog Raja Agam. Saya mendapatkan foto itu, di samping mengopi juga ada yang discan. Tentang resolusinya saya buat antara 100 sampai 300. Tetapi, kalau sumbernya menag sudah nggak bisa diperbesar, ya maksimal begitu. Kalau dipaksanakan bisa pecah. Maaf, saya sendiri dari segi teknis juga awam. Yang penting bisa memindahkan, kecuali kalau dari foto yang asli. Begitu Bung Soni. (Yousri)

  24. sebagai pecinta sejarah, saya jga terharu biru melihat
    foto2 tersebut!!
    saya jga menyayangkan klaw2 bangunan lama yang menjadi saksi bisu perjuangan arek suroboyo,, akan sdikitnya
    ada yag brusaha d’geser menjadi bangunan baru yang untuk memenuhi keinginan sepihak saja!! sungguh terlalu..!!
    \ wlawpun saya orang malang yang aslinya dari mojokerto
    sebisa mungkin akan melestarikan segala bentuk peninggalan jaman !! terlebih2 bangunan lama yang terlihatmegah dan sae buat dpandang!! salam bagi smwa
    komunitas pecinta sejarah bangunan lama.
    —————————
    Terimakasih Bung Samuel Heru atas perhatian anda. Semoga harapan anda akan didukung kawan-kawan yang lain. (Yousri)

  25. sebenarnya sich fotonya bagus….. cuma sayaaang sekaliii………….. jempol saya cuma 4 ingin sekali saya kasih jempol sepuluh……. saluuud….
    ————————–
    Ini foto lama, karya orang-orang dulu. Umumnya hasil reproduksi. Apa lagi zaman sekarang, sulit dibedakan yang asli dengan yang reproduksi, karena hasil scan kadang-kadang bisa lebih “cantik” daripada yang asli.
    Saluuuuut lah kepada yang memotret, saya hanya pemulung dari mana-mana. Begitu dik Qurba. (yousri)

  26. dimana saya bisa mendapatkan foto-foto surabaya tempo dulu yaaa……

    ————
    Sekarang banyak foto lama yang bisa dicopy-paste atau download dari berbagai sumber. Sedangkan yang asli zaman dulu, kolektornya banyak yang sudah berpulang ke Rahmatullah. Tetapi, saya punya teman namanya Edy Samson, dia kolektor foto-foto zaman dulu. (yousri)

  27. Walaupun ak keturunan chinese,tp hatiku sdh orang indonesia.ak jd gemetar melihat foto2 sby tempo dulu.jd pengen hidup di jaman itu rasae.thanks for all.

  28. keren banget pak

    maju trus indonesia

  29. makasih pak infonya…jadi makin tau tentang surabaya.

    Ya, semoga bermanfaat juga bagi orang lain. (yousri)

  30. Yth : Bp Yousri

    Saya berterima kasih atas usaha Bapak dg koleksi foto-foto lama kota Surabaya.
    Sebagai warga Surabaya saya sangat menikmati foto-foto tersebut.
    Saya mohon diberitahui apa syaratnya, jika saya akan download foto-foto tersebut untuk koleksi pribadi saya.
    Matur Nuwun……..

    Salam,
    Ismail
    ———————
    Mas Ismail, silakan anda kopi, sebutkan sumber foto itu dari koleksi Yousri. Sudah nggak banyak kok syaratnya, selesai. (Yousri)

  31. sangat terkesan sekali… :-)

  32. ada foto-foto soerabaja yang taon sebeloemnya kah.
    ===========
    Ada dik, nanti pada judul yang lain. (Yousri)

  33. Slm arek Surabaya bang Yousri………………. sy memang bkn penduduk asli kota buaya ini, tapi sy hobby sy selalu ingin tahu kota-kota yg saya singgahi itu dulunya seperti apa, seperti istilah dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung bang…… dengan melihat foto-foto jadul surabaya diblog abang sy serasa berada tinggal dizaman kolonial, tkyu bang utk upload fotonya….. sy tunggu lagi bang foto-foto jadul tentang surabaya yg lain……..
    ———————
    Salam hormat utk Dik Rochsul,
    Sama, saya juga bukan “asli” dari Surabaya, tetapi saya menyayangi Kota Surabaya. Saya sudah 37 tahun bermukim di Surabaya. Saat ini saya sedang menulis berbagai buku tentang Surabaya. Di antaranya sudah ada yang diterbitkan. Artinya, untuk mengetahui, menyintai dan mengagumi, tidak harus berasal dari kota Surabaya. Salam hormat juga untuk semua kerabat. (Yousri)

  34. saya baru 2012 melihat2 foto surabaya tempo dulu ternyata asyik juga
    ————
    Ya dik, lebih asyik lagi kalai melihat lebih banyak lagi (Yousri)

  35. saat melintasi jalan2 di Surabaya terutama jalan kenangan tempo dulu, saya selalu membandingkan dengan keadaan tempo dulu, terima kasih foto2nya
    ————–
    Ya Mas Irsyad, sama-sama

  36. salam kenal bang Yousri….saya org bali yg sangat sangat menyukai dokumentasi tempo doeloe baik itu berupa foto maupun video dari negara kita, entah itu dari surabaya,jakarta dll. menurut sy foto foto yg abang unggah luarr biasa, melihatnya membuat saya seperti kembali ke masa lalu, sungai2 yang bersih,lalu lintas dan gedung perkantoran rapi sekali. salut bang..!
    usul dikit…kalo ada video nya mohon dimuat juga biar lebih atraktif bang..
    salam
    (Yoga)

  37. yunus on senin,6 agustus 2012 salam buat arek surabaya asli ….jujur aku rindu dan merasa kehilangan surabaya tempo dulu yg rindang sejuk dan orang2y rukun dan saling menghargai ,khususy di daerah wonokitri tempat kelahiranku sekarang sudah rata dan jadi banyak gedung perkantoran dan dibelakangy dulu kampung dan ada BARONGAN kata orang dulu sekarang jd rungsep gak karuan ,harapanku ayo arek2 surabaya yg merasa sama seperti aku merasa kehilangan mari sama2 lestarikan surabaya yg hilang tergerus zaman paling tidak budaya yg dulu pernah ada. mari generasi muda membangun surabaya tempo dulu dg wisata tempo dulu perkenalkan ke dunia luar bahwa kota surabaya itu indah dan pernah jaya dimasay baik kulinery,permainan anak2 tempo dulu gedung2y dll
    —————————-

    Dik Yunus yth,
    Saya senang anda menyukai dokumentasi foto-foto masa lalu. Saya akan menambahnya di Blog saya, silakan dikopi. Tidak masalah (Yousri)

  38. oy klu sedulor punya foto2 tempo dulu khususy surabaya tolong kirim ke email ku demi mempererat seduluran biar bisa aku kenang dulu aku msh kecil mator suwon

  39. wah,,, sya jdi lebih tau tntang surabaya

  40. g kbayang gmna rsae bsa hidup dgn gaya arsitektur bangunan tempo doeloe……
    asyk kyae!!!!!!
    eman,,,,,skarang kota pahlawn banyak gedung yg tinggi2……yg d pinggir jlan aj klhatan ship,bgus,brsih……yg dlem2,gtw ah……
    ?????
    thank,s soerabaja.

  41. Terima kasih pak Yousri , barangkali bapak ada foto tentang trem listrik yang ada di Jalan Tidar , Sawahan atau barangkali di area Prodent.
    —————
    Waduh, sayang saya belum punya. Tetapi saya usahakan Mas Teguh. (Yousri)

  42. selamat siang bapak…sy diana mahasiswa ugm,kebetulan skrg lg mnyusun tesis.sy tertarik u mngambil tema ttg surabaya tempo dulu.apa sy bisa mendapatkan informasi lengkapnya baik melalui buku ataupun dokumentasi sebagai acuan.terimakasih.
    —————————
    Ya, Diana. Bisa, saya punya banyak foto Surabaya tempo dulu dan masa lalu. Apabila memerlukan penjelasan , saya siap memberi informasi (Yousri)

  43. izin share pak….thanks

    —————-
    Oke Mas Hari. Silakan. Trims( Yousri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: