YOUSRI MELANCONG KE CHINA 2012

Alhamdulillah, untuk ke dua kalinya saya menapakkan kaki di daratan Tiongkok atau China. Berbeda dengan perjalanan pertama awal Maret 2008, suasana Imlek masih terasa. Udara dingin mencekam, di mana-mana masih bertebaran salju dengan temperatur – 7 derajat (tujuh derajah di bawah nol). Waktu itu dari Surabaya kami terbang dulu ke Jakarta dan Singapura, baru ke Beijing. Suatra penerbangan yang cukup melelahkan sekitar 10 jam.

Tiba di Bandara Hongkong

Tahun 2008 ini saya ke China hanya bertiga. Saya (Yousri) dengan Mas Hadiaman Santoso (mantan wartawan Sinar Harapan, Suara Pembaruan dan Surya) dan Cak Ferry Ismirza (mantan Wartawan Jawa Pos). Kami berkunjung ke Beijing dan sekitarnya, Quangzhow, Qingdau, Yantai dan Shanghai. Saat inilah kami bertemu dengan boss Jawa Pos Group H.Dahlan Iskan yang waktu itu sedang mempersiapkan diri untuk operasi “ganti hati” di salah satu rumah sakit di China.

Tetapi, perjalanan tahun 2012 pada akhir Juni, memasuki musim panas. Cuaca panas menyengat saat kami turun di Bandara Hongkong dalam penerbangan langsung dari Surabaya dengan pesawat Cathay Pasific. Dari Hongkong penerbangan dilanjutkankan ke ibukota RRC, Beijing. Udara panas saat kami tiba, walaupun waktu sudah menunjukkan pukul 20.00, matahari baru saja tenggelam. Pagi, pupuk 04.00 matahari sudah kembali terbit, namun cuaca kurang bersahabat. Berkabut dan gerimis. Paginya, hujan turun dengan lebatnya. Tetapi bagi warga kota Beijing, ini sudah biasa. Spontan mereka mengeluarkan jas hujan atau payung dari tasnya. Mereka tak mengacuhkan cuaca seperti itu. Rombongan kami sebanyak 15 orang rekan wartawan dan Humas dari Surabaya menyesuaikan diri. Payung dan jas hujan segera dibagikan oleh pimpinan perjalanan yang dipanggil Yuli dibantu pendamp[ing kami Intania dari Fullmoon.

Kami berkeliling kota Beijing, menyaksikan bangunan kuno dan modern sejak zaman dinasti-dinasti nenek moyang China sampai bangunan zaman kini. Di tanah lapang Tiananmen, kami menikmati taman yang indah, pertunjukan filem layar lebar sekali, gedung-gedung kuno, museum dan sebagainya. Jugamengitari kota terlarang yang disebut Forbideen City. Belumlah ke China, kalau belum mendaki Greatwall atau tembok Chinan atau dinding panjang di sekitar wilayah Beijing.

Dua malam di Beijing, kami menuju kota Xiamen — sister city atau kota kembarnya Surabaya dengan penerbangan lokal Xiamen Airline. Di Xiamen kami menyaksikan berbagai keindahan alam dan taman seperti di Surabaya. Yang menarik alah infrastruktur kota ini yang bertolak belakang dengan Surabaya. Jalannya lebar-lebar dan bersih, ada jembatan yang menyeberangi sungai, maupun antar pulau, serta terowongan yang menerbos bukit. Di sini segala jenis transportasi tersedia, ada bus, kereta api, taksi dan penyeberangan berupa kapal ferry. Memang kalau dalam hal ini, Kota Surabaya sangat layak “berguru ke negeri China”.

Di Xieman, kami juga menyaksikan bangunan-bangunan kuno peninggalan kolonial Belanda, Inggris dan Portugis. Bahkan yang paling istimewa ada di Pulau Gulangyu, kawasan peninggalan kolonial. Di sini sangat layak berguru tentang pelestarian dan perwatan bangunan kuno, seperti di Surabaya yang juga membanggakan “keangkuhan bangunan kolonial” sebagai cagar budaya.

Daripada ngomong terus, lebih baik melihat-lihan foto saya yang lagi bergaya di negeri Tirai Bambu ini. Kalau suka boleh lihat dan kalau tidak, yak sampai di sini saja. Wassalamu’alaikum..

Nah inilah foto sebagian dokumentasi saya:

Bersama Bu Nanis dan Bu Dayu saat memasuki Hotel Dinasty di BeijingMobil Land Cruiser bernomor polisi FP1111Kehujanan di Tiannamen BeijingYousri di TiannanmenDi depan Museum TiananmenBersama tour leader di TiananmenSampai di gerbang Greatwall -- tembok ChinaMendaki tembok panjang ChinaSamoai di bagian tengah tembok ChinaBerkunjung ke gedung keramikKeramik kunoSantai di depan Hotel Dynasty BeijingSaat meninjau Pulau GulangyuSebuah peninggalan tua di Pulau Gulangyu Xiamen, ChinaGadis pengemudi kendaraan kelinci di Pulau GulangyuDi kantor Ciptakarya, Pertamanan dan PDAM Kota Xiamen, China

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: