ITS “Cuk” Kebanggaan Arek Surabaya

ITS — Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Beriri Sejak Tahun 1957

Oleh: Yousri Nur Raja Agam, MH

Yousri Nur RA, MH

Yousri Nur RA, MH

ITS, adalah singkatan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Bukan singkatan dari Institut Teknologi Surabaya.

Kendati demikian, umumnya orang tahu ITS ada di Surabaya. Tidak pernah mempermasalahkan singkatannya. Tetapi ada yang menarik dari perguruan tinggi teknik di Surabaya ini. Tidak hanya sejarah kelahirannya yang unik, tetapi perkembangannyapun layak menjadi menjadi perbincangan. Bahkan, mendapat acungan jempol.

ITS lahir dan dewasa sebagai ikon Surabaya yang berciri khas “Suroboyo”. Berwatak Surabaya dan Jawatimuran. Itulah, kata penghuni kampus di Surabaya Timur itu. Salah satu yang dibanggakan para mahasiswanya adalah sikap berani, kasar, blak-blakan dan peduli.

Bahkan yang lebih asyik lagi, arek-arek mahasiswa di kampus Sukolilo ini, bangga dengan kata “cuk”. Kata dengan tiga huruf dan kadang-kadang ditambah dengan kata “dian” di depannya adalah kalimat “pisuan” (kalimat caci maki bernada marah dalam bentuk bentakan yang spontan) yang khas di Surabaya. Walaupun kata ini dianggap tidak sopan, namun sering manjadi guyonan tegur sapa bagi arek Suroboyo.

Nah. Kata “cuk” itu pulalah yang dipopularkan oleh anak kampus ITS sebagai sebuah selogan kebanggan. Namun, kata “cuk” itu sudah dimodifikasi menjadi sebuah singkatan atau inisial. Kata “cuk” itu dipanjangkan menjadi Cerdas, Ulet dan Kreatif.

Kegiatan ITS Surabaya  sudah dimulai sejak tahun 1957. Namun  ITS Surabaya ini diresmikan oleh Presiden RI pertama, Ir.H.Soekarno pada tanggal 10 November 1960. Maka, tanggal 10 November 1960 itulah yang dijadikan sebagai “hari lahir” ITS Surabaya.

Bila dilihat sejarahnya, berdirinya ITS ini cukup unik. Ternyata pencetusnya bukanlah para ahli teknik atau para insinyur. Penggagas dan sekaligus sebagai pendiri ITS ini adalah dokter umum bernama Angka Nitisastro. Dalam perkembangannya, ITS di Surabaya ini posisinya sekarang menjadi perguruan tinggi teknik terbesar ke dua setelah ITB (Institut Teknologi Bandung) di Bandung, Jawa Barat.

Tidak saja warga kota atau Arek Surabaya saja yang bangga dengan ITS. Kampus Sukolilo ini juga menjadi idola para remaja lululasn SLTA atau SMA sederajat dari wilayah Indonesia bagian timur. Maka tidaklah mengherankan, jika mahasiswanya selain berasal dari Jawa Timur, juga berdatangan dari berbagai daerah di Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusatenggara, Maluku dan Irian Jaya.

Dalam cuplikan “sekilas ITS dan sejarah ITS” terungkap, bahwa ide mendirikan ITS itu terjadi saat para insinyur yang tergabung dalam PII (Persatuan Insinyur Indonesia) Jawa Timur mengadakan lustrum pertama tahun 1957.

Waktu itu dr. Angka Nitisastro, bersama dengan insinyur-insinyur PII cabang Jawa Timur, memutuskan untuk mewujudkan berdirinya sebuah Yayasan Perguruan Tinggi Teknik (YPTT), tepatnya tanggal 17 Agustus 1957. Sebagai penghargaan kepada penggagas, para insinyur anggota PII itu mempercayakan kepada dr. Angka Nitisastro sebagai ketua YPTT tersebut.

Alasan pokok pendirian yayasan waktu itu, antara lain dinyatakat bahwa kebutuhan  tenaga insinyur sekitar 7000 untuk melaksanakan program-program pembangunan dan industri di dalam negeri. Melihat perbandingan dengan jumlah insinyur di negara maju dan berkembang lainnya jumlah insinyur di Indonesia jauh ketinggalan.

Tahun 1957, YPTT mendirikan “Perguruan Teknik 10 Nopember Surabaya.Tiga tahun kemudian, tepatnya 10 November 1960i diresmikan oleh presiden Soekarno. Saat diresmikan, Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya baru memiliki dua jurusan yaitu, Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Teknik Mesin.

Setelah beberapa tahun melalui usaha-usaha yang dirintis oleh tokoh-tokoh dari YPTT, Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember diubah statusnya menjadi Perguruan Tinggi Negeri dengan nama: “Institut Teknologi Sepuluh Nopember”,  disingkat ITS Surabaya.

Kalau semula ada dua jurusan yaitu Teknik Sipil dan Teknik Mesin, kemudian bertambah menjadi lima yaitu: Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Perkapalan, dan Teknik Kimia. Jurusan- jurusan tersebut kemudian berubah menjadi fakultas. Kemudian dengan peraturan pemerintah No. 9 tahun 1961 tanggal 23 Maret 1961.

Sejak saat itu ditetapkan bahwa Dies Natalis ITS yang pertama adalah tanggal 10 Nopember 1960.

Dalam perkembangan selanjutnya, pada tahun 1965 berdasarkan SK Menteri No. 72 tahun 1965,  ITS  membuka dua fakultas baru, yaitu, Fakultas Teknik Arsitektur dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam.

Sejak saat itu, ITS mempunyai tujuh fakultas yang tersebar di beberapa tempat. Kampusnya tersebar di Jalan Simpang Dukuh 11, di Jl. Ketabang Kali 2F, di Jalan Baliwerti 119-121 dan di Jalan Basuki Rahmat 84 sebagai kantor pusat ITS.

Pada tahun 1972, Fakultas Teknik Sipil pindah ke Jalan Manyar 8, sehingga ITS semakin terpencar. Kemudian pada akhir 1975, Fakultas Teknik Arsitektur pindah ke kampus baru di Jalan  Cokroaminoto 12A Surabaya.

Tahun 1973 disusunlah rencana induk pengembangan jangka panjang (20 tahun) sebagai pedoman pengembangan ITS selanjutnya. Rencana Induk Pengembangan ITS itu menarik perhatian Asian Development Bank (ADB). Bank Pembangunan Asia. ADB menawarkan dana pinjaman sebesar 25 juta dolar AS untuk pengembangan empat fakultas, yaitu, Fakultas Teknik Sipil, Fakultas Teknik Mesin, Fakultas Teknik Elektro, dan Fakultas Teknik Kimia.

Pada tahun 1977 dana dari ADB tersebut sebagian digunakan untuk membangun kampus ITS di daerah Sukolilo, Surabaya Timur untuk empat fakultas tersebut.

Tahun 1981 pembangunan gedung di kampus Sukolilo sebagian sudah selesai. Tahap I selesai dan diresmikan penggunaannya pada tanggal 27 Maret 1982.

Dalam perjalanan pengembangannya, tahun 1983 ITS mengalami perubahan struktur organisasi yang berlaku bagi universitas atau institut sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 1980, Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1981 dan Keputusan Presiden No. 58 tahun 1982. ITS berubah menjadi hanya 5 fakultas saja. Fakultas-fakultas itu adalah: Fakultas Teknik Industri, Fakultas Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta Fakultas Non Gelar Teknologi (Program-Program Non Gelar).

Sejak tahun 1991 terjadi perubahan menjadi 4 fakultas, yaitu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK). Jurusan yang ada di Fakultas Non Gelar Teknologi diintegrasikan ke jurusan sejenis di 2 fakultas (FTI dan FTSP). Selain itu ITS juga mempunyai 2 Politeknik yaitu Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Tahun 1994, ITS kembali memperoleh dana pinjaman ADB sebesar 47 juta dolar AS untuk pengembangan semua fakultas dengan fokus teknologi kelautan. Program ini selesai pada April 2000. Selain itu ITS juga telah memperoleh dana hibah dari pemerintah Jerman/GTZ (1978-1986) untuk pengembangan Fakultas Teknik Perkapalan.

Tahun 2001, berdasarkan SK Rektor tanggal 14 Juni 2001, ITS membentuk fakultas baru yaitu Fakultas Teknologi Informasi (FTIF) dengan 2 jurusan/program studi: Jurusan Teknik Informatika dan Program Studi Sistem Informasi.

Akhirnya sejak tahun 2002 ITS terdiri dari 5 fakultas dan 2 politeknik, yaitu: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Fakultas Teknologi Informasi (FTIF), Fakultas Teknologi Kelautan (FTK), Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Rektor ITS Sejak 1960-2011

Dr. Angka Nitisastro (19601964), Kol.Laut Ir. Marseno Wirjosapoetra (19641968), Prof. Ir. R. Soemadijo (19681973), Prof. Mahmud Zaki MSc (19731982), Ir. Hariono Sigit BS (19821986), Prof. Oedjoe Djoeriman MSc Phd (19861995), Prof. Ir. Soegiono (19952003), Prof. Dr. Ir. M. Nuh DEA (20032007), Prof. Ir. Priyo Suprobo MS. Phd (20072011), Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono, DEA (20112015)

Itulah sekilas sejarah berdirinya ITS yang menjadi kebanggaan Arek Surabaya dan idola para kaum muda dari wilayah Indonesia belahan timur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: