<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Sisi Lain Sejarah Surabaya</title>
	<atom:link href="http://rajaagam.wordpress.com/2008/11/28/sisi-lain-sejarah-surabaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rajaagam.wordpress.com/2008/11/28/sisi-lain-sejarah-surabaya/</link>
	<description>Di Mana Bumi Dipijak Di Sana Langit Dijunjung</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Dec 2009 23:37:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Herwan D Soentojo</title>
		<link>http://rajaagam.wordpress.com/2008/11/28/sisi-lain-sejarah-surabaya/#comment-63</link>
		<dc:creator>Herwan D Soentojo</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 07:23:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rajaagam.wordpress.com/?p=343#comment-63</guid>
		<description>Menanggapi Bob HP.

Saya adalah cucu eyang Mas Ngabehi Bukari Pusposeputro, Ayah Saya adalah Mas Ngabehi Soentojo, Kalo ingin melihat bukti keluarga besar kami Tuan Tanah Bagong keturunan Oi Sam Hong ( Sam Hong An ) bisa anda teliti di makan keluaraga kami di Bagong Surabaya. Mungkin kalo mau di telaah bagian tak terpisah sejarah kota Surabaya adalh para tuan tanah tempo dulu termasuk keluarga baswedan. Tak ada bukti prasasti tapi keberadaan makam kuno cukup membuktikan keberadaan mereka, seperti Makam Boto Putih, Makam di jalan Arjuno, Makam Bagong dan Makam Ngagel.

Terima kasih

-----

Mas Herwan, terimakasih komentar anda. Mudah-mudahan dengan komentar dan masukan dari anda ini akan semakin terbuka cakrawala sejarah Kota Surabaya. InsyaAllah masukan dari anda ini akan saya tambahkan dalam buku yang akan saya terbitkan. Jawaban lain saya sudah tulis di e_mail anda, 

 Terimakasih Mas Herwan.

(Yousri)

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menanggapi Bob HP.</p>
<p>Saya adalah cucu eyang Mas Ngabehi Bukari Pusposeputro, Ayah Saya adalah Mas Ngabehi Soentojo, Kalo ingin melihat bukti keluarga besar kami Tuan Tanah Bagong keturunan Oi Sam Hong ( Sam Hong An ) bisa anda teliti di makan keluaraga kami di Bagong Surabaya. Mungkin kalo mau di telaah bagian tak terpisah sejarah kota Surabaya adalh para tuan tanah tempo dulu termasuk keluarga baswedan. Tak ada bukti prasasti tapi keberadaan makam kuno cukup membuktikan keberadaan mereka, seperti Makam Boto Putih, Makam di jalan Arjuno, Makam Bagong dan Makam Ngagel.</p>
<p>Terima kasih</p>
<p>&#8212;&#8211;</p>
<p>Mas Herwan, terimakasih komentar anda. Mudah-mudahan dengan komentar dan masukan dari anda ini akan semakin terbuka cakrawala sejarah Kota Surabaya. InsyaAllah masukan dari anda ini akan saya tambahkan dalam buku yang akan saya terbitkan. Jawaban lain saya sudah tulis di e_mail anda, </p>
<p> Terimakasih Mas Herwan.</p>
<p>(Yousri)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Bob Hari Purwanto</title>
		<link>http://rajaagam.wordpress.com/2008/11/28/sisi-lain-sejarah-surabaya/#comment-58</link>
		<dc:creator>Bob Hari Purwanto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 06:30:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rajaagam.wordpress.com/?p=343#comment-58</guid>
		<description>Assalamualaikum.Wr.Wb
Pak Yousri terima kasih atas responnya, semoga harapan kita bisa sama, kami juga sedang menelisik, melihat kemungkinan lainnya, karena dalam buku milik mertua saya itu, ada garis yang sampai saat ini masih saya perlu cari kebenarannya yakni, saudara lain Babah Oei Sam Hong, juga istrinya, dan ayah beliau, karena tertulis dalab kitab tersebut nama Mas Ngabehi Kertonadi aka Pangeran Selarong.
Sekali lagi, demi silaturahim. saya membuka keinginan untuk melihat, mendengar dan berdiskusi jauh lebih dalam kepada sesiapa yang bisa melengkapi, bagian yang tidak tercatat.
Wallahualam bisawab
Wassalamuallaikum.Wr.Wb
Bob HP
-----
Mas Bob HP yth,

Saya amat senang apabila Mas Bob mengirimkan fotokopi dan tambahan cerita tentang riwayat tersebut kepada saya. Sebab, saya tidak henti-hentinya menulis berbagai hal tentang Surabaya. Seharusnya tahun lalu, buku saya yang berbicara tentang Surabaya sudah terbit, namun terjadi beberapa perbaikan. Ealaaa, setelah ditambah dan dikurangi di sana sini, kok malah merasa kurang terus. Nah, kalau Mas Bob mau tambah lagi, saya akan menerima. Tentunya dalam tulisan itu akan saya tulis sumbernya dari Mas Bob atau lainnya. Sebenarnya bisa saja dikirim melalui e-Mail, tetapi kalau ada dokomen yang berbentuk asli dari tulisan tangan, tolong difotokopi, discan atau difoto juga boleh. 
Terimakasih atas perhatian Mas Bob. Salam saya untuk keluarga. (Yousri)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum.Wr.Wb<br />
Pak Yousri terima kasih atas responnya, semoga harapan kita bisa sama, kami juga sedang menelisik, melihat kemungkinan lainnya, karena dalam buku milik mertua saya itu, ada garis yang sampai saat ini masih saya perlu cari kebenarannya yakni, saudara lain Babah Oei Sam Hong, juga istrinya, dan ayah beliau, karena tertulis dalab kitab tersebut nama Mas Ngabehi Kertonadi aka Pangeran Selarong.<br />
Sekali lagi, demi silaturahim. saya membuka keinginan untuk melihat, mendengar dan berdiskusi jauh lebih dalam kepada sesiapa yang bisa melengkapi, bagian yang tidak tercatat.<br />
Wallahualam bisawab<br />
Wassalamuallaikum.Wr.Wb<br />
Bob HP<br />
&#8212;&#8211;<br />
Mas Bob HP yth,</p>
<p>Saya amat senang apabila Mas Bob mengirimkan fotokopi dan tambahan cerita tentang riwayat tersebut kepada saya. Sebab, saya tidak henti-hentinya menulis berbagai hal tentang Surabaya. Seharusnya tahun lalu, buku saya yang berbicara tentang Surabaya sudah terbit, namun terjadi beberapa perbaikan. Ealaaa, setelah ditambah dan dikurangi di sana sini, kok malah merasa kurang terus. Nah, kalau Mas Bob mau tambah lagi, saya akan menerima. Tentunya dalam tulisan itu akan saya tulis sumbernya dari Mas Bob atau lainnya. Sebenarnya bisa saja dikirim melalui e-Mail, tetapi kalau ada dokomen yang berbentuk asli dari tulisan tangan, tolong difotokopi, discan atau difoto juga boleh.<br />
Terimakasih atas perhatian Mas Bob. Salam saya untuk keluarga. (Yousri)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Bob Hari Purwanto</title>
		<link>http://rajaagam.wordpress.com/2008/11/28/sisi-lain-sejarah-surabaya/#comment-57</link>
		<dc:creator>Bob Hari Purwanto</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 03:19:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rajaagam.wordpress.com/?p=343#comment-57</guid>
		<description>Ass.Wr.Wb
Pak Yousri, salam kenal.artikelnya bagus !
Saya, baru saja melakukan pertemuan keluarga, dari pihak istri saya ... dan ada buku yang ditulis almarhum mertua saya (lahir tahun 1919) yang mengarah ke buyut sambongan, yang dalam tulisannya di kenal dengan nama &quot;Djoko Rowo&quot; akan tetapi disana ditulis (tangan) dengan nama (Han Siam Hong). dari sana saya dapat melihat garis silsilah ke 11 anaknya, yang salah satunya Mas Ngabehi Tirtodiwiryo I (Tuan Tanah Bagong dan Gubeng), mempunyai 11 anak, yang salah satu anaknya bernama Mas Ngabehi Purbodiwiryo (Tuan Tanah Bagong), mempunyai anak sebanyak 17 orang, yang salah satunya bernama Mas Ngabehi Sumodirdjo Blado yang beristrikan Mas Adjeng Atminah, yang mempunyai anak 7 orang, yang salah satunya bernama Mas Adjeng Muninggar yang diperistri oleh Mas Ngabehi Puspokusumo Birun, yang berketurunan dan diberi anak sebanyak 9 orang, dan yang hidup dan berketurunan sebanyak 3 orang yakni Mas Ngabehi Bukari Pusposeputro beristrikan Raden Adjeng Sadjiani (meninggal) dan menikah lagi dengan Mas Adjeng Mariam (Musinah), yang kedua adalah Mas Adjeng Siti Ngaisah yang bersuami Datim, dan yang terakhir adalah Mas Ngabehi Mohammad Soleh yang beristrikan Mas Adjeng Sri Nasrochah (yang menjadi Mertua saya).
Saya perlua kajian yang yang dalam tentang keberadaan literatur dan peninggalan2 dari yang terdahulu babah Oei Sam Hong atau Han Siam Hong. 
Terima kasih atas semua artikel diatas.
-------

Mas Bob yth,
Saya sangat senang membaca komentar dan tambahan informasi yang disampaikan. Ini tentu akan memperkaya bahan bacaan bagi pemerhati sejarah Surabaya. Sebab, harus diakui Sejarah Surabaya masih campuraduk dengan legenda, dongeng dan cerita dari mulut ke mulut atau &quot;tutur tinular&quot;. Komentar dan informasi dari anda saya turunkan seluruhnya. Dengan harapan ada pembaca lain yang bisa menanggapi dan mungkin menambah kekayaan terhadap sejarah dan kisah tentang Cikal-Bakal Surabaya.
Salam hormat dari saya, Yousri.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass.Wr.Wb<br />
Pak Yousri, salam kenal.artikelnya bagus !<br />
Saya, baru saja melakukan pertemuan keluarga, dari pihak istri saya &#8230; dan ada buku yang ditulis almarhum mertua saya (lahir tahun 1919) yang mengarah ke buyut sambongan, yang dalam tulisannya di kenal dengan nama &#8220;Djoko Rowo&#8221; akan tetapi disana ditulis (tangan) dengan nama (Han Siam Hong). dari sana saya dapat melihat garis silsilah ke 11 anaknya, yang salah satunya Mas Ngabehi Tirtodiwiryo I (Tuan Tanah Bagong dan Gubeng), mempunyai 11 anak, yang salah satu anaknya bernama Mas Ngabehi Purbodiwiryo (Tuan Tanah Bagong), mempunyai anak sebanyak 17 orang, yang salah satunya bernama Mas Ngabehi Sumodirdjo Blado yang beristrikan Mas Adjeng Atminah, yang mempunyai anak 7 orang, yang salah satunya bernama Mas Adjeng Muninggar yang diperistri oleh Mas Ngabehi Puspokusumo Birun, yang berketurunan dan diberi anak sebanyak 9 orang, dan yang hidup dan berketurunan sebanyak 3 orang yakni Mas Ngabehi Bukari Pusposeputro beristrikan Raden Adjeng Sadjiani (meninggal) dan menikah lagi dengan Mas Adjeng Mariam (Musinah), yang kedua adalah Mas Adjeng Siti Ngaisah yang bersuami Datim, dan yang terakhir adalah Mas Ngabehi Mohammad Soleh yang beristrikan Mas Adjeng Sri Nasrochah (yang menjadi Mertua saya).<br />
Saya perlua kajian yang yang dalam tentang keberadaan literatur dan peninggalan2 dari yang terdahulu babah Oei Sam Hong atau Han Siam Hong.<br />
Terima kasih atas semua artikel diatas.<br />
&#8212;&#8212;-</p>
<p>Mas Bob yth,<br />
Saya sangat senang membaca komentar dan tambahan informasi yang disampaikan. Ini tentu akan memperkaya bahan bacaan bagi pemerhati sejarah Surabaya. Sebab, harus diakui Sejarah Surabaya masih campuraduk dengan legenda, dongeng dan cerita dari mulut ke mulut atau &#8220;tutur tinular&#8221;. Komentar dan informasi dari anda saya turunkan seluruhnya. Dengan harapan ada pembaca lain yang bisa menanggapi dan mungkin menambah kekayaan terhadap sejarah dan kisah tentang Cikal-Bakal Surabaya.<br />
Salam hormat dari saya, Yousri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
